Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Juni 2011

Selesai Operasi balik Lagi ke RS Polri

Melinda Dee Jalani Operasi Selama 6 Jam


KPK-News, Jakarta-Melinda Dee tersangka penggelapan dan pencucian uang, telah selesai menjalankan operas payudara di RS Siloam Karawaci Tanggerang pada senin lalu. "Setelah ini, dia akan balik ke RS Kramat Jati," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (21/6). 

Operasi yang dijalankan Melinda Dee ini memakan waktu kurang lebih enam jam sejak Senin (20/6) pukul 22.00 wib hingga pukul 04.00 wib tadi. 

Boy menambahkan tidak mengetahui dengan pasti kapan Melinda Dee akan di pindahkan, yang jelas Melinda Dee masih harus menjalani proses pemulihan hingga 2 pekan. 
READ MORE - Selesai Operasi balik Lagi ke RS Polri

Kamis, 16 Juni 2011

Terbukti Abu Bakar Baasyir Di Penjara 15 Tahun

 
KPK.News-Abu Bakar Baasyir terbukti bersalah dalam kasus pembiayaan pelatihan teroris di pegunungan Jalin Jantho. “Menyatakan terdakwa Abu Bakar bin Abud Baasyir alias Abu Bakar Baasyir terbukti secara sah dan meyakinkan sebagaimana dalam dakwaan subsider. Oleh karena itu terdakwa dijatuhui hukuman dengan pidana penjara selama 15 tahun,” kata Ketua Majelis Hakim Herry Swantoro di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (16/6/2011). Dalam dakwaan subsider, jaksa menyatakan Baasyir secara sah dan meyakinkan telah melanggar pasal 14 jucto pasal 7, lebih subsider pasal 14 jucto pasal 11, lebih lebih subsider pasal 15 jucto pasal 9, ke bawahnya lagi pasal 15 jucto pasal 7, ke bawahnya lagi pasal 15 jucto pasal 11, dan terakhir pasal 13 huruf a dengan ancaman hukuman 3 tahun sampai 15 tahun penjara.

READ MORE - Terbukti Abu Bakar Baasyir Di Penjara 15 Tahun

Kamis, 09 Juni 2011

Kabur dari Tahanan Tersangka Pengedar Uang Palsu Kembali Diringkus

MEDAN - Polsekta Medan Sunggal akhirnya berhasil meringkus tersangka pengedar uang palsu bernama Feri Ansah, setelah 20 hari berhasil kabur dari ruang sel tahanan Polsekta Medan Sunggal.

Data yang diperoleh wartawan, tersangka berhasil diringkus di Desa Karang Tanjung, Kabupaten Padenglan, Provinsi Banten. Sebelum penangkapan, tersangka atas kasus pengedar uang palsu itu berhasil kabur setelah membobol atap berlapis teralis besi ruang tahanan bersama dengan empat orang tahanan lainnya, Maret Perangin-angin, Joko, Anggi Manurung dan Ismail.

Menurut keterangan tersangka Feri Ansa, tersangka memang sudah merencakan aksi pelarian tersebut jauh hari. Untuk melarikan diri, tersangka menggunakan kunci pas ukuran 12 yang sebelumnya memang sudah ada di dalam kamar mandi ruang tahanan. "Kunci itu memang sudah ada di dalam kamar mandi. Dengan kunci itu, saya merusak atap teralis besi sel itu, lalu kami kabur,"  papar Feri, Rabu (8/6/2011).

Setelah berhasil keluar dari ruang tahanan dengan menumpang sebuah truk, tersangka pun langsung pergi ke Desa Karang Tanjung, Kabupaten Padenglan, Banten untuk menghindari kejaran petugas.

Namun nasibnya kurang beruntung.  Tim Reskrim Polsekta Medan Sunggal yang dipimpin langsung Kapolsek Kompol Sonny Tampubolon dan bekerja sama dengan personil Mabes Polri setelah mendapat informasi, langsung terjun dan berhasil menciduknya. Tersangka pun dibawa kembali ke Polsekta Medan Sunggal untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Kasi Humas Polsekta Medan Sunggal AIPTU B.E.Sirait ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan membenarkan adanya penangkapan tersebut. "Unit Polsekta Medan Sunggal yang dipimpin langsung oleh kapolsek, sudah berhasil menangkap tersangka di daerah Banten, bekerja sama dengan personil Mabes Polri. Untuk saat ini kita sedang menyelidiki apakah tersangka Feri merupakan otak pelarian tersebut. Dan untuk tersangka lainnya kita masih melakukan pengejaran. Kami mohon doanya, agar tersangka yang masih kabur secepatnya bisa kita tangkap,"  jelasnya.

Sekedar mengingatkan, tersangka Feri Ansa diringkus sekitar bulan Mei tahun 2011 atas kasus pengedar uang palsu sebanyak Rp5 juta, dengan pecahan uang Rp50 ribu, di salah satu hotel di kawasan Jalan Gatot Subroto, Medan. (ram)


Sumber : Okezone.com
READ MORE - Kabur dari Tahanan Tersangka Pengedar Uang Palsu Kembali Diringkus

Pelaku Kejahatan Kian Berani Serang Polisi

Ilustrasi (Ist)
illustarsi gbr
JAKARTA - Kejahatan Jalanan (street crime) di wilayah hukum Polda Metro Jaya (PMJ) diakui Kepala Bidang Hubungan Masyarakat PMJ Komisaris Besar Baharuddin Djafar menurun secara kuantitas.

"Kejahatan ini pada umumnya terjadi penurunan, per-catur wulan (sampai April) dikalikan tiga untuk total crime 21.000 kasus. Sebelumnya tahun 2010 ada 25.000 kasus, pada 2009 ada 27.000 kasus, dan pada 2008 ada 30.000 kasus. Ini cenderung menurun," ungkap Baharuddin di Mapolda Metro Jaya, Selasa (7/6/2011).

Walau secara kuantitas angka kasus street crime ini menurun, namun secara kuantitas street crime bisa dikatakan meningkat dengan melihat keberanian para pelaku.

"Untuk kualitas ini meningkat, kegiatan pencurian street crime kini mereka berani ambil risiko dengan menyerang korban atau petugas. Itu juga nampak dari penggunaan senjata api (senpi)," lanjutnya.

Untuk penggunaan senpi sudah ada yang diungkap. Namun jenis senpi rakitan yang banyak tersebar rupanya membuat syok untuk para korban dan masyarakat. "Ada beberapa yang diungkap untuk senpi rakitan tapi itu kan membuat syok korban," terangnya.

Baharuddin juga menyebutkan beberapa contoh, misalnya pembobolan ATM atau pencurian kendaraan bermotor. Oleh karena itu antisipasi yang dilakukan oleh aparat juga tegas dengan melakukan penembakkan.

"Kasus ATM, mereka gunakan senpi, curanmor juga. Secara kualitas muncul dan karena itu antisipasi kita harus tegas. Kalau pelaku melakukan penembakkan ya ditembak juga," lanjutnya.

Dengan itu lanjut Baharuddin, petugas di lapangan diperbolehkan melakukan penembakan di tempat dengan pertimbangan perlu demi keamanan. "Itu perhitungan dari petugas yang di lapangan. Kapan tembak kapan tidak, dia (petugas) yang mengetahui. Ini untuk melumpuhkan pelaku," kata Baharuddin.

Pertimbangan petugas untuk melakukan penembakkan di tempat adalah jika memang dirasakan para pelaku membahayakan jiwa petugas dan orang lain karena memang seperti itu prosedurnya.

"Jika dia (pelaku) membahayakan petugas dan jiwa orng lain. Itu harus tegas. Kita sebagai institusi harus membetulkan itu karna memang prosedurnya seperti itu, kalau lalai dia (petugas) yang jadi korban," katanya.
(ram)


Sumber : okezone.com

READ MORE - Pelaku Kejahatan Kian Berani Serang Polisi

Rabu, 08 Juni 2011

Malinda Dee akan Operasi Payudara

Pelimpahan BAP Malinda Bersamaan Operasi Payudara
inilah.com
KPKNews - Inong Melinda Dee, tersangka kasus pembobol nasabah City Bank 17 M, ini akan melakukan proses operasi payudaranya Pekan depan.   Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam di PTIK ini menegaskan pelimpahan berkas Malinda tida akan terpengaruh oleh operasinya tersebut.


"Sekarang lagi dilengkapi. Diharapkan minggu-minggu ini dilimpahkan ke Kejaksaan," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam di PTIK, Jakarta, Selasa (7/6/2011)


Seperti diberitakan, Inong Melinda Dee diduga mengelapkan dana nasabah mencapai Rp17 miliar. Penyidik telah menetapkan Malinda sebagai tersangka kasus ini.


Sumber : inilah.com

READ MORE - Malinda Dee akan Operasi Payudara

Anak Politisi Golkar Dibunuh Usai Pesta Narkoba

MEDAN ‑ Setelah hampir lima bulan diburon, personel Polsekta Medan Kota membekuk tersangka pembunuhan Agus Widya Lubis alias Awid (21), mahasiwa Institut Teknologi Medan (ITM), Senin (6/6/2011), sekitar pukul 15.00 WIB.
Tersangka pembunuh putera politisi Partai Golkar Asahan tersebut adalah Rahmat alias RH (25), warga Jalan Air Bersih No 1 Gang Keluarga ditangkap seusai menjenguk isterinya yang akan melahirkan di klinik bersalin di Jalan Balai Desa, Patumbak, Deliserdang.
Kapolsek Medan Kota Kompol Sandy Sinurat mengatakan Rahmat merupakan teman dekat korban. Tersangka pun tinggal 300 meter dari kos Awid.
''Sebelum membunuh mahasiswa ITM tersebut, mereka sempat menikmati pesta narkoba sambil mengobrol. Ini terlihat dari barang bukti berupa bong, mancis dan plastik bekas bungkusan sabu di TKP,'' ujar Sandy pada sejumlah awak media, di Aula Polsekta Medan Kota, Selasa (7/6/2011) sore.
Sandy mengatakan pisau yang digunakan menikam korban diamankan dari rumah orangtua tersangka. Pada saat kejadian, tersangka sengaja membawa pisau tersebut untuk membunuh korban.
Namun, Sandy belum bersedia membeberkan apakah Rahmat satu-satunya tersangka dalam kasus pembunuhan Awid.
"Sementara ini yah, kalau kemungkinan ada tersangka lain sedang dalam pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.
Tersangka tega membunuh Awid, lantaran ingin memiliki barang‑barang yang dimiliki korban, seperti sepeda motor, laptop dan HP.
"Kalau barang milik korban yang hilang sedang dilakukan pengembangan," ujar Sandy.
Dia mengatakan polisi kesulitan membekuk tersangka karena selalu berpindah tempat, di antaranya ke Brandan dan Madina.
''Tersangka pulang ke Medan karena mau melihat isterinya melahirkan anak pertama," kata Sandy.
Polisi juga turut mengamankan barang bukti kayu balok yang digunakan untuk memukul kepala korban, sebilah pisau belati digunakan menikam, chasing HP korban dan tiga baju korban.
"Sebagian barang buktinya diamankan dari rumah orangtua tersangka di kawasan Percut, sedangkan baloknya dari TKP," ujar Sandy yang tak mau menjelaskan secara rinci alamat orangtua tersangka.
Ketika Sandy melakukan pemaparan, Rahmat enggan berkomentar. Ia hanya tampak tertunduk lesu tak menoleh ke arah wartawan sedikitpun.
Tersangka dikenakan pasal 338, 351 ayat (3) KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.
"Sementara ini dulu pasalnya, namun kalau sudah selesai penyidikannya bisa saja berubah," kata Sandy. Sandy mengatakan, penangkapan pembunuh Awid telah disampaikan pada keluarga Awid.
"Keluarganya juga sudah kita beritahu," ujar Sandy singkat.
Awid ditemukan tewas bersimbah darah di kosannya, Jalan Air Bersih, Gang Kasih No 34 B, Lingkungan VII, Kelurahan Sudirejo I, Medan Kota, 24 Januari 2011 sekitar pukul 08.00 WIB.
Awid merupakan anak mantan anggota DPRD Kabupaten Asahan, Anas Fauzi Lubis dan juga calon Wakil Bupati Asahan.
Sumber : TRIBUNNEWS.COM
READ MORE - Anak Politisi Golkar Dibunuh Usai Pesta Narkoba

Minggu, 05 Juni 2011

Video Mesum PNS Surabaya

search in google
SURABAYA- Video mesum kembali beredar di Surabaya, Jawa Timur. Dalam video mesum berdurasi 12 menit tersebut terlihat seorang pria dan wanita yang masih berseragam Pegawai Negeri Sipil sedang melakukan hubungan seks di dalam sebuah mobil.

Wanita, pelaku tersebut masih mengenakan seragam berwarna coklat berlogo PNS sebuah instansi pemerintah. Diduga video tersebut diambil dengan menggunakan ponsel.

Hingga saat ini belum diketahui informasi mengenai oknum PNS dalam video tersebut. Terkait hal itu, kepala Badan Kepegawaian Pemerintah Kota Surabaya,Yayuk Eko Agustin, Kamis (2/6/2011) membenarkan kalau seragam yang dipakai oknum PNS  di video tersebut adalah seragam PNS.

Namun seragam tersebut diduga adalah seragam di luar kota Surabaya.

Pasalnya emblem logo PNS tersebut terbuat dari kain bordir sementara di Surabaya logo PNS terbuat dari besi.  Setelah melihat ciri-ciri  dan wajah pemain film mesum oknum PNS tersebut, pihak Dinas Kepegawaian Pemkot Surabaya akan menindaklanjuti untuk memastikan apakah wanita yang ada di film mesum tersebut  adalah PNS di lingkungan Pemkot Surabaya

Sementara itu, sebagian masyarakat Surabaya, menilai oknum PNS yang terlibat dalam film porno harus ditindak tegas oleh aparat kepolisian. Pasalnya tingkah laku sebagai pns  yang notabene sebagai pelayan masyarakat sudah keterlaluan dan diluar batas norma-norma agama.

Kasus video mesum ini bukanlah yang pertama terjadi di Indonesia, rentetan video mesum yang dilakukan PNS seringkali terjadi. Mei 2009, kasus video porno PNS terjadi di kota Ternate. Video tersebut melibatkan oknum PNS yang bekerja di di Pemkot Ternate. Dalam video tersebut si wanita masih berseragam lengkap PNS.



Sumber : Okezone.com 
READ MORE - Video Mesum PNS Surabaya

Ibu Guru Jadi Bandar Sabu, Konsumennya PNS

wordpress (ilustrasi)NGANJUK - Guru seharusnya berperilaku baik dan bisa menjadi contoh bagi anak didiknya. Namun tidak demikian dengan seorang guru di Nganjuk, Jawa Timur, yang justru malah menjadi pengedar narkoba jenis sabu-sabu.

Polisi kini masih memburu sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) lainnya yang diduga menjadi pelanggan tersangka.

Setelah tertangkap basah membawa sabu-sabu siap jual, guru berinisial EY (47), warga Perumahan Pondok Kencana Nganjukini hanya bisa tertunduk malu. Guru sebuah SDN di Desa Balongpacul ini tertangkap tangan membawa tiga paket sabu didalam saku bajunya.

Berdasarkan pengakuannya, tersangka hendak menjual barang haram ini pada seorang temannya yang juga berstatus PNS. Polisi kini masih memburu pemasok dan para pelanggannya tersebut.

Kapolres Kota Nganjuk Kompol Damin menjelaskan, penangkapan tersangka didasarkan atas laporan dari masyarakat bahwa ada seorang oknum guru yang punya pekerjaan sampingan sebagai pengedar sabu-sabu.

“Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata memang benar dan petugas berhasil menangkap tersangka di rumahnya lengkap dengan barang bukti sabu sebanyak tiga paket atau seberat 0,3 gram,” kata Damin, Minggu (5/6/2011).

Kepada petugas tersangka mengaku sudahtiga bulan nekat menjual sabu-sabu bukan karena gajinya sebagai PNS tidak cukup, tetapi karena terbelit hutang.

Polisi juga mengamankan dua buah ponsel, plastik pembungkus sabu, dan gunting. Akibat perbuatan ini, tersangka tidak hanya terancam tinggal bertahun-tahun di dalam penjara, namun juga terancam tidak bisa mengajar lagi atau bertemu dengan murid-muridnya dalam jangka waktu lama.

(Mukhtar Bagus/SUN TV/teb)

Sumber : Okezone.com
READ MORE - Ibu Guru Jadi Bandar Sabu, Konsumennya PNS

Kamis, 02 Juni 2011

Kedok PABRIK BAYI di Nigeria terbongkar




Nigeria - Aparat kepolisian di Nigeria telah menyergap sebuah rumah yang terletak di Kota Abia setelah dicurigai menjadi tempat produksi bayi. Pelaku penghasil bayi kebanyakan adalah remaja-remaja yang masih berusia belasan tahun. Remaja-remaja tersebut dipaksa untuk hamil. Kemudian, setelah mereka melahirkan lalu bayi tersebut dijual atau digunakan untuk keperluan lain seperti ritual hitam. Rupanya, aksi ini sudah berjalan lama karena pabrik bayi tersebut berlindung di bali kedok yayasan, Cross Foundation sehingga sulit bagi aparat untuk menyelidikinya.
“Kami menyerbu tiga hari yang lalu setelah mendapatkan laporan yang mengungkap bahwa ada beberapa remaja putri yang hamil berusia 15-17 tahun yang dipaksa memproduksi bayi,” ujar komisaris polisi Negara Bagian Abia, Bala Hassan. Dari hasil penyergapan, polisi berhasil menyelamatkan 32 remaja dalam kondisi hamil dan juga menangkap pemilik rumah tersebut. “Berdasarkan hasil investigasi, ia mengaku menjual bayi-bayi tersebut untuk orang lain yang menggunakannya untuk ritual atau maksud lain,” tambahnya.
Bayi yang dilahirkan akan digantikan dengan uang dengan kisaran 25.000 sampai 30.000 naira atau $192 yang dilihat sesuai dengan jenis kelaminnya. Harga tersebut diberikan penjual kepada sang ibu. Kemudian, sang penjual mencari calon pembeli untuk menjual kembali bayi-bayi yang ia beli dengan harga yang jauh melambung tinggi. Sang penjual dapat menjual bayi antara 300.000 hingga satu juta naira.
Pemilik ‘pabrik bayi’ akan dikenakan tuntuntan hukum dengan tuduhan kekerasan terhadap anak dan perdagangan manusia. Perdagangan bayi termasuk ilegal di Nigeria dan bisa dihukum 14 tahun penjara. Penyergapan pabrik bayi ini bukanlah untuk pertama kalinya, namun pada tahun 2008 pun, polisi berhasil menyerbu klinik yang diduga kuat sebagai tempat untuk memproduksi bayi.
Kasus kekerasan terhadap anak dan perdagangan manusia adalah hal yang biasa terjadi di Afrika Barat. Beberapa anak dipekerjakan di perkebunan, pertambangan, pabrik, atau pembantu rumah tangga. Lainnya lebih tragis, dikirim ke rumah pelacuran atau dibunuh serta disiksa untuk ritual ilmu hitam.
Sumber : harianberita.com
READ MORE - Kedok PABRIK BAYI di Nigeria terbongkar

Rabu, 01 Juni 2011

Clinton Kecam Tewasnya Jurnalis Pakistan


Jurnalis Syed Saleem Shahzad (Foto: AP)
Jurnalis Syed Saleem Shahzad (Foto: AP)

WASHINGTON - Seorang jurnalis dilaporkan tewas saat menyelidiki adanya keterkaitan antara jaringan teroris Al Qaeda dengan militer Pakistan. Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengecam keras tewasnya jurnalis tersebut.

"AS mengecam keras penculikan dan tewasnya jurnalis Syed Saleem Shahzad. Pekerjaannya adalah melaporkan aksi teror dan kerja intelijen membantu perjuangan terhadap kalangan garis keras yang mengganggu Pakistan," ungkap Clinton seperti dikutip AFP, Rabu (1/6/2011).

Shahzad yang bekerja untuk kantor berita Italia dan sebuah media di Hong Kong, dilaporkan hilang sejak Minggu 29 Mei lalu. Namun, hari ini tubuhnya yang sudah tidak bernyawa ditemukan sekitar 150 kilometer sebelah tenggara Islamabad. 

Pria berusia 40 tahun tersebut diketahui sedang melakukan peliputan investigasi saat dirinya dilaporkan hilang selama dua hari. Shahzad menyelidiki serangan yang dilakukan Al Qaeda terhadap sebuah markas militer.

Al Qaeda sendiri melakukan serangan itu dengan alasan untuk membalas kematian dari pemimpin mereka Osama bin Laden, yang tewas akibat operasi militer AS di Pakistan.

Clinton pun menghargai upaya Pakistan untuk menyeleidiki kematian dari Shahzad. Negeri Tetangga India sebelumnya membentuk panel penyelidik, guna mencari tahu operasi militer AS di Pakistan yang menewaskan Bin Laden.
Sumber : Okezone.com
READ MORE - Clinton Kecam Tewasnya Jurnalis Pakistan

Selasa, 31 Mei 2011

Pelet Kuntilanak Bikin 'Ngilu'

(Foto: Ist)Satu lagi tontonan bergenre horor berbalut sensualitas bertajuk 'Pelet Kuntilanak' akan menghiasi layar lebar. Film ini menurut Shankar RS, selaku executive producer mencoba membuat 'ngilu' penonton dengan dipertontonkannya darah, paku, silet, selain menampilkan tubuh seksi pemain wanitanya.

Film ini menceritakan tentang Pamela (Debby Ayu) yang terobsesi memiliki wajah cantik dan seksi untuk bisa menaklukan setiap laki-laki. Namun, dia memilih dengan menggunakan jalan pintas, yaitu menggunakan guna-guna dengan medium celana dalam laki-laki yang diinginkannya. Dengan cara tersebut, Pamela juga harus siap bersekutu dengan iblis yang kelak semuanya akan berbalik kepadanya. 

Berkat pelet celana dalam ini, tak ada laki-laki yang tak jatuh hati kepadanya. Namun, seperti perjanjian yang Pamela buat dengan iblis, setiap laki-laki yang jatuh ke perangkapnya akan menemui ajalnya. Beberapa pria, teman kampus Pamela pelan-pelan menjadi korbannya.

Tak hanya Pamela, teman dekatnya Tantri (Cinta Dewi) pun juga ikut mengikuti jejak Pamela memakai pelet celana dalam. Selain untuk memikat pria, Tantri juga memiliki misi khusus untuk membalas dendam kepada dua orang pria yang memperkosanya. Perbuatan Pamela dan Tantri ini tak lepas dari perhatian sahabat mereka Vega (Angie). 

Dia meminta agar mereka segera menyudahi kegilaan pelet celana dalam. Tapi keduanya nampak nekat tak mau meskipun sudah mengetahui akibat dari perbuatannya tersebut. Pamela dan Tantri sudah mulai keasyikan bisa menggunakan kekuatannya tersebut untuk menaklukan semua pria yang mereka ingini.

Benar saja, para iblis itu mulai meminta lebih. Setelah pelaku pemerkosa Tantri tewas, pengaruh guna-guna dan kemampuan gaib yang diberikan para iblis mulai berbalik. 

Film yang awalnya diberi judul Pelet Celana Dalam ini diperhalus oleh Lembaga Sensor Film (LSF) menjadi Pelet Kuntilanak. Keseluruhan film ini hampir seragam dengan film horor berbau seks lainnya. 

"Ini tidak vulgar, tapi ngilu. Membuat kita takut atau jijik berfikir tentang pelet. Pesan film ini jangan pernah berfikir mendapatkan sesuatu dengan cara yang tidak halal. Apalagi setelah melihat tentang pelet di film ini," kelit Shankar.(rik)
Sumber : Okezone.com
READ MORE - Pelet Kuntilanak Bikin 'Ngilu'

Senin, 30 Mei 2011

Mayat Tanpa Identitas di Dekat Komplek DPR

Indonesia New - Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan di dalam kantung bekas pakaian di  Jalan Rawajati Barat, tepatnya di samping kompleks perumahan DPR RI Kalibata, Kelurahan Rawajati, Jakarta Selatan.


Menurut warga mayat itu ditemukan oleh tukang sapu jalan sekita pukul 06.30 wib, dimana mereka melihat sebuah kantung mencurigakan berwarna hijau putih, dan saat di buka mereka menemukan sosok pria tanpa identitas.


Mayat pria ini hanya mengenakan kaos singlet dan celana pendek dengan posisi tubuh meringkuk, dan terdapat jerat tali pada leher pria tersebut.


Saat ini polisi masih melakukan olah TKP, tempat ditemukannya mayat dan  akan segera di bawa ke RSCM. 



READ MORE - Mayat Tanpa Identitas di Dekat Komplek DPR

Sabtu, 28 Mei 2011

Polisi Tangkap Pembobol ATM di Palembang

Palembang - Banyak cara dilakukan para penjahat untuk membobol ATM (Anjungan Tunai Mandiri). Misalnya dengan modus memasukkan batang korek api ke dalam mulut mesin ATM dan memasang Call Center palsu. Di Palembang aksi ini digagalkan polisi dari Polsek Ilir Timur (IT) I Palembang.

Polisi pun menangkap M Sayuti (29), saat mau beraksi di ATM BNI RS Bunda, Jalan Demang Lebar Daun, Sabtu (11/12/2010). Namun warga Jalan Macan Lindungan Lorong Tunggal RT 08 RW 05 Kelurahan Bukit Baru, Palembang ini mengaku aksinya tidak dilakukan sendirian.

Bersama Ade dan seorang lagi yang yang belum diketahui identitasnya, Sayuti pun mengaku disuruh Ade mengambil kartu ATM pada mesin yang sudah mereka pasang alat untuk menyangkutkan kartu ATM buat calon korbannya.

"Upahku Rp 50 ribu. Aku hanya diajari mencongkel kartu ATM yang menyangkut dengan gergaji besi," kata pria yang berprofesi sebagai tukang ojek sepeda motor ini, di hadapan petugas, Sabtu (11/12/2010) sore.

Dijelaskan Sayuti, sebelum dirinya, yang masuk ke ATM adalah Ade. Ade bertugas mengganjal mulut ATM dengan lidi korek api dan menempelkan Call Center milik mereka dengan nomor telepon 081387178999. Setelah itu, Sayuti dan Ade menunggu dari jauh atau mengamati calon korban. Sedangkan yang satunya bertugas sebagai operator untuk menerima telepon dari korban. Setelah itu dia memberi tahu kepada Ade, selanjutnya Ade mengirim SMS ke Sayuti.

Aksi mereka diketahui pihak Bank BNI, setelah mendapat informasi di lapangan. Mereka kemudian menemukan potongan lidi korek api di mulut ATM.

Lalu pihak Bank BNI melapor ke Polsek Ilit Timur I Palembang. Selanjutnya seorang polisi berpura-pura menjadi nasabah yang punya persoalan kartu ATM-nya tidak dapat keluar. Lalu mereka pun menghubungi call center palsu, dan menyebutkan nomor PIN dan nomor rekening. Polisi yang berpura-pura itu diminta segera melapor ke kantor Bank BNI terdekat.

Nah, saat nasabah bohong ini pergi, Sayuti kemudian datang ke ATM. Tak lama kemudian dia disergap polisi. Dari tangannya disita satu unit gergaji besi, dua batang lidi korek api, dua kartu ATM Bank BNI, HP Nokia 1661, dan stiker call center BNI palsu dengan nomor kontak informasi 0813871778999.

Demi mengungkapkan kemungkinan adanya jaringan dari aksi itu, Kapolsek Ilir Timur I, AKP Awan Hariono melalui Kanit Reskrim Iptu Wira Prayatna, akan mengembangkan kasusnya, dan dua tersangka lainnya yang sudah teridentifikasi sedang diburu.
READ MORE - Polisi Tangkap Pembobol ATM di Palembang