Tampilkan postingan dengan label Wilayah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wilayah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Juni 2011

Menteri Lingkungan Hidup Tebar Bibit ikan dan menanam pohon di Palembang


Menteri Lingkungan Hidup, Gusti M Hatta melaksanakan penebaran ribuan bibit ikan berbagai jenis di perairan Sungai Musi Palembang dan juga menanam pohon penghijauan di pelataran Benteng Kota Besak Palembang, Sabtu 18 Juni 2011
Dalam penebaran bibit ikan dan penanaman pohon penghijauan tersebut menteri didampingi Wali Kota Palembang, H Eddy Santana Putra dan Wakil Wali kota H Romi Herton serta unsur Muspida lainnya.

Penebaran bibit ikan dan penamanan pohon penghijauan tersebut juga serangkaian melestarikan lingkungan di kota yang meraih adipura dan memperingati ulang tahun Kota Palembang.

Bersamaan itu menteri dan rombongan meninjau sungai Musi dengan menggunakan kapal wisata Putri Kembang Dadar dan diperkenalkan tentang objek wisata Sungai Musi Palembang tersebut.

Menurut pemandu wisata, di perairan sungai Musi Palembang rutin dilaksanakan perlombaan terutama saat memperingati hari ulang tahun termasuk Festival Sriwijaya.

Guna menjaga kebersihan sungai Musi, pemerintah bersama masyarakat rutin melaksanakan pembersihan termasuk bekerja sama dengan TNI dan Polri



Sumber : www.palembang.go.id
READ MORE - Menteri Lingkungan Hidup Tebar Bibit ikan dan menanam pohon di Palembang

Senin, 13 Juni 2011

Misteri Lukisan Laksamana Malahayati di Museum Bahari

Lukisan Malahayati (foto: singalodaya.wordpress.com)JAKARTA- Keberadaan sejumlah museum di Jakarta saat ini sangat memprihatinkan kondisinya. Masyarakat pun enggan mengunjungi museum sebagai  pusat dokumentasi sejarah masa lalu.

Bau amis ikan tercium kuat  ketika rombongan wartawan bersama Hotel Sari Pan Pasific mengunjungi Museum Bahari beberapa waktu lalu. Warung-warung tenda pinggir jalan membuat bis yang kami tumpangi kesulitan memasuki tempat yang dulunya dijadikan Belanda gudang untuk menyimpan rempah-rempah.

Kali Ciliwung yang berada tepat di belakang museum, menambah kesan kotor karena banyaknya sampah didalam kali. Berlokasi di Jl. Pasar Ikan no 1. Jakarta Utara, Museum Bahari salah satu tempat untuk dijadikan sarana pembelajaran bagi pelajar.

“Museum ini memiliki dua sisi, sisi barat dikenal dengan sebutan Westzijdsche Pakhuizen atau Gudang Barat  dan sisi timur, disebut Oostzijdsche Pakhuizen atau Gudang Timur,”.kata Catur pemandu wisata di Museum Bahari, Jakarta.

Pria berbadan tambun ini memaparkan, disini pengunjung juga dapat melihat Menara Syahbandar yang dibangun Belanda tahun 1834.  Menara ini pada masa lalu berfungsi untuk memandu keluar-masuk kapal ke Batavia sebelum Pelabuhan Tanjung Priok dibuka.

“Koleksi disini juga sangat banyak, diantaranya miniatur perahu tradisional phinisi dan kapal zaman VOC. Selain itu ada pula berbagai model dan miniatur kapal modern dan perlengkapan penunjang kegiatan pelayaran,” jelas bapak dua anak ini.

Selain miniatur kapal, menurut Catur ada salah satu obyek yang paling diminati pengunjung.  Yaitu lukisan Laksamana Malahayati di lantai dua. Yang menarik dari lukisan tersebut bagian matanya bisa melirik Ketika kami melihat kedua matanya, tampak sedang memperhatikan dan melirik ke arah dimana kami melangkah. Didekat lukisan Laksamana Mahalayati, ada juga beberapa lukisan yang dipajang didalam ruangan tertutup yang bangunanya didominasi oleh kayu jati.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Malahayati menjadi Panglima Angkatan Perang kerajaan Aceh pada masa pemerintahan Sultan Al Mukammil (1589-1604). Dia mendapat kepercayaan wanita, Inong Balee.

Inong Balee adalah   pasukan wanita yang semuanya telah ditinggal oleh suaminya dimedan pertempuran. Malahayati juga perempuan pertama di Asia karena keberaniannya menyerang kapal serta benteng-benteng Belanda. Pasukan ini juga  mempunyai benteng pertahahanan. Sisa – sisa pangkalan Bale Inong terdapat di Teluk Kreung Raya.

Namun Catur membantah jika lukisan tersebut tersebut ada kekuatan supranatural yang kuat. “Matanya bergerak karena kehebatan pelukisnya saja, tapi ada juga beberapa cerita pengunjung tentang adanya penampakan di dalam Museum ini,” ujarnya.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya membenarkan bahwa di Museum Bahari sering terdapat penampakan mahkluk gaib. Museum ini juga beberapa kali dijadikan sarana syuting film-film bergenre horror.

“Banyak yang lihat penampakan orang tinggi besar dan ada wanita sendirian di dalamnya, tapi yang paling sering melihat adalah pengunjung museum,“ ujarnya. (uky)

READ MORE - Misteri Lukisan Laksamana Malahayati di Museum Bahari

Palembang Expo Digelar 16-21 Juni 2011

Dinas Perindustrian, Perdagangan (Perindag) dan Koperasi Kota Palembang bekerjasama dengan PT. Duta Promosindo akan menyelenggarakan Palembang Expo di Benteng Kuto Besak (BKB), tanggal 16-21 Juni 2011, sebagai bagian acara peringatan Hari Jadi ke-1328 Kota Palembang.
Demikian terungkap dari Ade Jaya Martin, Kepala Bidang Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop) Kota Palembang. Ade mengemukakan expo ini diadakan untuk menyemarakkan Hari Jadi ke-1328 Kota Palembang dan akan dipusatkan di pelataran BKB. Sebanyak 74 peserta yang terdiri dari BUMN, swasta, instansi di lingkungan Pemerintah Kota dan Kabupaten dalam Provinsi Sumsel ambil bagian di expo ini.
Palembang Expo memamerkan aneka produk khas dan kerajinan masing-masing kota dan kabupaten. “Tapi Palembang Expo bukan untuk menyaingi Sriwijaya Expo. Kita ingin Palembang semakin dikenal melalui Expo ini,” ungkap Ade. (Ario R)
Sumber : Sumsel Post-Hal 6, Edisi Senin, 13 Juni 2011
READ MORE - Palembang Expo Digelar 16-21 Juni 2011

Kamis, 09 Juni 2011

KERINGAT DARAH, Dora juga Pernah Berobat ke Puluhan Dukun

Pasien Keringat Darah, Dora juga Pernah Berobat ke Puluhan Dukun
Jakarta - Pasien keringat darah RS M Djamil Padang, Dora Indrayanti Trimurni (25) akhirnya diterbangkan ke Jakarta untuk dirawat di RS Cipto Mangunkusumo, Rabu (8/6/2011). Selama lebih dua pekan dirawat di Padang, tim dokter RS M Djamil belum bisa memastikan penyakit apa sebenarnya yang sejak dua tahun terakhir diidap oleh mahasiswa semester VI Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta tersebut.

"Selain berobat secara medis ke sejumlah rumah sakit, Dora juga sudah mencoba berbagai pengobatan alternatif. Sudah puluhan orang pintar didatangi namun penyakitnya tak kunjung hilang," ujar ayah kandung Dora, Indra (51) saat berbincang dengan detikcom di ruang tunggu Instalasi Rawat Inap RS M. Djamil Padang beberapa waktu lalu.

Dikatakan Indra, meski tidak ingin berburuk sangka, namun pihaknya membawa Dora berobat ke puluhan dukun tersebut karena ada saja kemungkinan Dora kena guna-guna.

"Kita tidak menuduh, tapi siapa tahu ada yang merasa tersakiti. Namanya kita sudah lama hidup, kalau tidak masa sekarang siapa tahu ada kesalahan dimasa lalu yang tidak termaafkan. Kita mohon maaf kalau hal-hal seperti itu memang ada," ujar Indra.

Pria yang pernah bertugas sebagai anggota TNI AD ini mengakui interaksinya dengan Dora dan dua adiknya selama lima tahun terakhir memang sangat minim karena tidak lagi tinggal serumah. Setelah ibunya meninggal dunia, Dora dan dua adiknya tinggal di sebuah rumah kontrakan di kawasan Gadut Padang dan dia menetap di kota Dumai, Riau.

"Sekarang saya kerja serabutan, sebagai penjaga gudang dan apa saja yang bisa menghasilkan uang. Kalau ada anggapan saya tidak memperhatikan Dora dan dua adiknya, hal itu lebih karena persoalan ekonomi yang sulit," jelas Indra.

Dora Indriyanti Tri Murni di rawat di RS M. Djamil Padang karena menderita penyakit langka, yakni mengeluarkan keringat darah dari pori-pori kepalanya bila ia berpikir terlalu keras. Pada beberapa kasus, gadis cantik berambut cepak tersebut juga mengeluarkan darah dari hidung, mulut dan telinganya.

Selain karena penyakitnya yang langka, Dora mendapat perhatian luas dari publik karena kisah hidupnya yang luar biasa. Dora, diketahui pernah menjadi tukang ojek, kuli bangunan, satpam, dan cleaning service untuk membiayai hidup dan pendidikannya. Dora juga bertanggungjawab terhadap kelangsungan hidup dan pendidikan dua adiknya.

Sebelum memutuskan untuk merujuk Dora ke RSCM Jakarta, tim dokter RS M. Djamil Padang sudah melakukan sejumlah tindakan medis dan serangkaian penelitian untuk mendalami penyakit langka yang diduga sebagai trombopati tersebut. Hanya saja, sejauh ini tim dokter belum dapat memastikan penyakit apa sebenarnya yang telah diidap oleh Dora.


Sumber  : detiknews.com
READ MORE - KERINGAT DARAH, Dora juga Pernah Berobat ke Puluhan Dukun

HUT KODAM I/BB GELAR OPERASI KATARAK

KPKNes, Medan - Dalam rangka Hari Ulang Tahun yang ke-61, Kodam I/Bukit Barisan (BB) akan bekerja sama dengan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Sumatera Utara, Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi) Sumut dan Inst Ophthalmology Tilganga Nepal, melaksanakan bakti sosial operasi mata katarak gratis di Kota Padang Sidimpuan dan Medan.

Pelaksanaannya dilaksanakan di dua tempat, yakni tanggal 14 – 17 Juni di Rumkit TNI Padangsidimpuan dan 18 – 23 Juni di Rumkit Putri Hijau Medan dengan target 1000 pasien.

Ketua INTI Sumut Indra Wahidin menyebutkan kepada Waspada Online, sore ini, penderita Katarak di Indonesia khususnya Sumut cukup banyak dengan penanganan yang masih rendah khususnya bagi warga kurang mampu. Maka dengan bakti sosial itu diharapkan dapat membantu pemerintah menekan angka penderita mata katarak yang menjadi salah satu penyebab kebutaan.

Dia mengatakan, Bakti sosial ini dapat terlaksana berkat partisipasi banyak pihak, khususnya Tilganga yang merupakan Badan Pelaksana Program Mata Nepal. Yakni sebuah LSM nirlaba berbasis masyarakat yang siap membantu program sosial di Sumut.

Kehadiran tim dokter dari Tilganga juga diharapkan bisa mentransfer ilmu dan alat memeriksa mata, yang sudah diakui dunia internasional itu, bagi tim medis di Rumkit P Sidimpuan dan RS Putri Hijau sehingga RS itu semakin maju.

Tahun lalu INTI Sumut juga telah sukses menggelar Bakti Sosial serupa di kota Medan. Bahkan pesertanya mencapai 600 orang dan melampaui dari target semula yang hanya 500 peserta.

Sumber : pemkomedan.go.id


READ MORE - HUT KODAM I/BB GELAR OPERASI KATARAK

Rabu, 08 Juni 2011

30 Juni Batas Penghapusan KTP dan KK Ganda

Palembang - Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Palembang, Abdullah Farhan, mengimbau warga yang masih punya kartu keluarga dan kartu tanda penduduk ganda agar segera melapor ke kecamatan.
“Dari kecamatan, data ganda itu kemudian kami hapus,” ujar Farhan, saat rapat sosialisasi elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP), di Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Palembang, Senin (30/5). Rapat ini dihadiri sejumlah media di Palembang.
Menurut dia, penghapusan ini untuk memudahkan pendataan. Sehingga, saat e-KTP diberlakukan, tidak ada lagi persoalan identitas ganda.
“Kami mengharapkan penduduk Palembang memiliki satu identitas tunggal, sesuai dengan domisili yang dipilih,” kata Farhan.
Ia menyebut batas penghapusan KK maupun KTP ganda itu pada 30 Juni 2011. Lewat dari situ “Kami akan hapus langsung, kalau yang bersangkutan tidak menghapus sendiri.”
Dalam rapat itu, Farhan mengungkapkan dinasnya menemukan sebanyak 336 KTP ganda. “Kalau seandainya warga yang bersangkutan tidak melapor, maka langsung dihapus,” ujarnya.
Farhan menambahkan, tahun ini warga Palembang yang wajib ber-KTP sebanyak 1,175 juta dari 1,646 juta jiwa penduduk.  Ia juga mengatakan, pihaknya menargetkan pembuatan e-KTP selesai dalam 100 hari sejak pemberlakuan Agustus nanti. “Kami rencanakan dalam sehari 300 E-KTP selesai dibuat.”
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Palembang, Syaidina Ali, mengatakan penertiban KTP dan KK ganda adalah salah satu upaya pemerintah meminimalisir hambatan-hambatan menjelang pemberlakuan e-KTP.
“Kami mengimbau agar warga berperan aktif, melapor ke kecamatan,” ujar Syaidina.(rindu)

Sumber: Bulletin Metropolis
READ MORE - 30 Juni Batas Penghapusan KTP dan KK Ganda